Tersenyumlah Sahabat

Aku yakin kita semua pasti pernah sedih, termasuk aku. Kesedihan itu bermacam-macam ada yang sedih karena kehilangan sesuatu yang sangat beharga, tidak mencapai suatu keinginan nya, dan yg lain. Tapi kita semua tidak boleh terus menerus tenggelam di dalam kesedihan tersebut, karena memang tidak ada gunanya. Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas kegagalan yang ada di dalamnya merupakan tindakan yang bodoh. Itu sama aja membunuh semangat, dan mengubur masa depan kita yang belum terjadi. Kesedihan kita ketika mengingat masa lalu gak akan mampu mengembalikan semua yang udah terjadi. Jadi kawan-kawan kita itu gak perlu ingat-ingat masa lalu yang udah lewat, kita harus kubur dalam-dalam. Aku pernah baca satu buku yang isinya bagus banget, di dalam buku itu ada kalimat-kalimat yang membuat kita termotivasi, salah satunya gini “wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergian mu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingat mu. kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.” Gimana? Bagus gak?? Ya pasti bagus kan :)

Sebenarnya kita itu ga boleh galau-galau gak jelas, karena itu sama aja kita nggak mensyukuri nikmat yang udah di kasi sama Allah

“jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” (QS. Ibrahim:34)

Jadi teman-teman semua kita harus lupain semua yang membuat kita sedih di masa lalu dan mulai tersenyum lagi.... Banyak orang yang khawatir dan nebak-nebak apa yang akan terjadi besok

Emangnya kalian udah tau masa depan kalian itu gimana?
kalian pasti belum tau kan gimana besok, lusa, dan seterusnya. Karena itu, kita nggak perlu khawatir dengan kesialan-kesialan yang mungkin terjadi besok dan kejadian-kejadian yang akan terjadi besok. Betul nggak?? Biarin aja masa depan datang sendiri

Hari kita adalah hari ini, nggak perlu mikir yang lain dulu. Sedangkan hari ini aja kita belum lakuin sesuatu yang bermanfaat. Kalo kita bangun pagi itu, jangan nunggu sore datang dengan nggak ada lakuin sesuatu yang bermanfaat sama sekali. Kita mulai semuanya dengan senyuman dan anggap umur kita tinggal hari ini, dengan gitu pasti kita akan berusaha lebih baik lagi dan selalu melakukan hal-hal yang berguna. Pasti kita nggak punya waktu untuk mikirin masa lalu yang gak berguna dan takut dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang :)
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kemarahan, kegalauan, kebencian, dan kedengkian. Pasti hidup kita akan terasa lebih berguna lagi. Kalo kita nyesalin masa lalu itu, sama aja kita nyesalin karena nggak bisa makan enak kemarin, padahal kita bisa makan enak sepuasnya hari ini. dan takut nggak bisa makan enak lagi besok yang belum tentu ada atau nggaknya, betul nggak? Pikirin aja hari ini, ngapain takut sama apa yang terjadi besok.
Kalo kita bisa ketawa sepuasnya hari ini, ngapain juga dipikirin kalo gak bisa ketawa besok?? Ehhh tapi ketawanya gak boleh berlebihan yaa, yang wajar-wajar aja. Dari buku yang aku baca, katanya orang Arab itu senang lhoo muji orang yang murah senyum dan selalu tampak ceria. Menurut mereka, itu bertanda kelapangan dada, kedermawanan sifat, kemurahan hati, kewibawaan, dan ketanggapan pikiran. Dan menurut buku itu, Islam dibangun atas dasar prinsip-prinsip keseimbangan, baik dalam akidah, ibadah, akhlak, maupun tingkah laku. Maka dari itu, Islam gak mengenal kemuraman yang menakutkan, dan tertawa lepas yang gak beraturan. Sebaliknya, Islam mengajarkan kesungguhan yang penuh wibawa dan ringan langkah terarah.
Muram durja dan muka masam adalah cermin dari jiwa yang galau, pikiran yang kacau, dan kepala yang rancau balau. 
“orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang yang mampu berbuat, orang yang paling sanggup memikul tanggung jawab, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.” (Ahmad Amin
Senyuman ga ada harganya kalo gak dari hati yang tulus. dan sesuai watak dasarnya, manusia itu adalah makhluk yang suka tersenyum. Kalo dalam tubuhnya gak ada penyakit tamak, jahat, egoisme yang selalu membuat wajahnya selalu kusut dan cemberut. Nah kawan-kawan kita gak boleh punya sifat yang diatas tadi, kalo gak mau wajahnya tiap hari kusut. Nanti cepet tua lhoo.. hahahahaha

hmm... itu aja untuk tulisan kali ini, sampai jumpa pada tulisan selanjutnya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Tersenyumlah Sahabat "

Posting Komentar